Dari Bedah Buku Si Kecil Menggeliat di Tengah Badai

234-bedah
Ketika badai ekonomi, yang dipicu oleh kasus Sub-Prime Mortgage di AS, menghantam dunia, Indonesia secara langsung ikut tergerus turbulensi tersebut. Namun, ada yang ‘menggeliat’ di tengah krisis ekonomi yang entah sampai kapan akan berakhir tersebut, yakni UKM. PT HM Sampoerna Tbk, yang sejak awal menunjukkan kepedulian amat besar pada unit usaha masyarakat tersebut tergerak meluncurkan buku yang berisi kumpulan pelaku UKM yang terus ‘menggeliat’ itu. Buku apik ini diluncurkan kemarin di Rumah Makan Inggil, Jalan Gajahmada, no. 4 Kota Malang.

Sesuai dengan ‘roh’ yang ada dalam buku tersebut, maka buku hasil kerja bareng PT HM Sampoerna-Malang Post ini diberi judul UKM, si Kecil Menggeliat di Tengah Badai. Melalui acara sederhana, buku UKM itu kemarin sukses diluncurkan melalui sebuah acara bedah buku. Ada beberapa pembedah yang hadir kemarin.

Mereka adalah PR I Unmer Malang, Drs. Agus Suprapto , Kepala Disperindag Kabupaten Malang Drs. Syakur Kullu, Kepala Disperidagkop Kota Malang Ir. Soegiantoro dan Kepala Disperindag Kota Batu Drs. Bambang Wahyudi.

Tampak pula, Marketing Regional Manager PT HM Sampoerna Jawa Timur Harry Wibisono, Area Marketing Manager Malang Tutuko dan Manager Pengembangan dan Pendidikan yang sekaligus editor buku tersebut Husnun N Djuraid.

Semua pembedah, termasuk Harry Wibisono serta Husnun sepakat UKM adalah unit usaha masyarakat yang terbukti tahan terhadap bantingan ekonomi.

Krisis ekonomi Indonesia 1997 lalu UKM tetap bergeming. Kekokohan tersebut dibuktikan lagi oleh peristiwa yang masih hangat, yakni krisis ekonomi global sekarang ini.

Harry Wibisono yang memberikan sambutan selamat datang menyebut UKM di Malang Raya paling dinamis dan aktif. Harry menambahkan, kepedulian PT HM Sampoerna tidak hanya diwujudkan dalam bentuk peluncuran buku, tetapi juga membentuk Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna.

‘’Keaktifan UKM Malang Raya tersebut tergambar dalam lokakarya UKM yang baru saja kami gelar yang mana UKM Malang Raya tampak sangat antusias,’’ ujarnya.

Menurut Husnun yang berkesempatan memberikan sambutan berikutnya memandang ada semacam fenomena baru di dunia UKM, yakni semakin banyaknya kalangan muda yang mulai berbisnis.

‘’Bahkan, cara-cara mereka dilakukan semaksimal mungkin dengan biaya seminimal mungkin. Contohnya, melalui jaringan internet, terutama melalui fasilitas blog. Di sana, mereka memasang produk mereka untuk dipasarkan. Dan, ini merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi anak-anak muda sekarang,’’ ujarnya.

Setelah dua tokoh tersebut memberikan sekapur sirih, giliran masing-masing pembedah memberikan paparannya. Soegiantoro mengatakan, di Kota Malang setidaknya ada 70 ribu UKM.

‘’Ini yang terdaftar. Belum yang tidak terdaftar. Kenyataan tersebut membuktikan seharusnya UKM benar-benar menjadi basis ekonomi masyarakat. Di Kota Malang, ada dua produk yang menjadi unggulan UKM, yakni keripik tempe Sanan dan kerajinan keramik Dinoyo,’’ cetusnya.

Ada yang cukup mencengangkan lagi soal data UKM di Malang Raya. Syakur Kullu, Kepala Diperindagkop Kabupaten Malang mengungkapkan, di Kabupaten Malang setidaknya ada sekitar 226 ribu UKM yang tersebar di 33 wilayah kecamatan.

‘’Bahkan, terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan pada asset UKM tersebut. Sebelumnya, pada 1998 lalu nilai asset masih sebesar Rp 9 miliar. Kini, telah berkembang menjadi Rp 45 miliar,’’ paparnya. Ada satu persoalan yang menurut Syakur perlu sinergi dari beberapa piha untuk menyelesaikannya, yakni soal pemasaran.

Ya, acara bedah buku kemarin tampaknya juga menjadi ajang bagi tiga pemerintah daerah tersebut untuk ‘memasarkan’ beberapa rencana besar untuk mengangkat kehidupan masyarakat. Seperti yang dipaparkarkan oleh Drs. Bambang Wahyudi, Kepala Disperindag Kota Batu.

‘’Kami berupaya keras bagaimana mengembalikan trade mark Kota Batu sebagai produsen apel. Ada beberapa lembaga penelitian agroindustri yang kini tengah getol melakukan eksperimen,’’ katanya. Bambang juga menyebut beberapa rencana spektakuler Kota Batu, termasuk Batu Night Spectacular dan rencana membangun kereta gantung.

Meski bukan merupakan kesimpulan, paparan yang dikemukakan oleh Agus Suprapto, PR I Unmer Malang tampaknya menjadi gong dari bedah buku tersebut. Untuk mengangkat dan memperkuat UKM, maka diperlukan sinergi yang erat di antara tiga pemerintah daerah serta stake holder yang ada.

‘’Sebab, tiga pemerintah daerah, Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Dibutuhkan adanya satu tekat yang sama untuk semakin menguatkan posisi UKM di Malang Raya,’’ imbaunya. (Sinyo Suwignyo)
(sinyo/mp)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: