Buat Iklan Soeharto, PKS Rogoh Kocek Rp 2 M

Iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sempat menyedot perhatian publik karena tampilnya beberapa tokoh yang dianggap sentral oleh organisasi massa tertentu itu, menghabiskan dana sekira Rp2 miliar.

Dalam iklannya menyambut hari pahlawan, PKS menampilkan beberapa tokoh seperti Soekarno, Soeharto, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, M Natsir, M Hatta, Jenderal Soedirman dan Bung Tomo. PKS menyebut mereka sebagai pahlawan dan guru bangsa.

Namun dibandingkan partai lain, PKS mengklaim iklan tersebut lebih murah. Apalagi dana itu diambil dari para kader PKS. Termasuk penggarapan juga dilakukan semua kader.

Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah menyebut, beberapa kader PKS menyumbang melalui keahlian mereka dalam periklanan. Iklan tersebut, digarap sejak Februari lalu dan dipersiapkan hingga akhir tahun.
‘’Tidak ada revisi, itu memang paket iklan PKS dari mulai mukernas di Bali, Makassar, menyongsong kebangkitan, hari pahlawan, dan terakhir hari ibu. Jadi tidak ada revisi karena protes pihak tertentu,’’ terangnya.

Karena itulah, meski tampilnya foto mantan Presiden Soeharto dalam iklan PKS sempat ditentang beberapa pihak, PKS tetap bersikukuh tidak akan menghentikan. Apalagi PKS menganggap Soeharto adalah tokoh nasional yang berjasa untuk kemajuan bangsa Indonesia. ‘’Bagaimanapun beliau (Soeharto) berjasa untuk kemajuan bangsa ini,’’ kata Fahri yang juga Ketua Bidang Media ini.

Menurut Fahri, pemeliharaan kasus korupsi dan kroni-kroninya selama 32 tahun, serta kasus HAM yang melekat pada diri penguasa orde baru ini, tidak harus menghapus semua kebaikan dan jasa Soeharto dalam memajukan bangsa ini.

Sebelumnya, foto mantan Presiden Soeharto beredar dalam iklan politik PKS menjelang Hari Pahlawan 10 November. Soeharto disejajarkan dengan tokoh-tokoh nasional lain, seperti Bung Karno, KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Bung Tomo, dan tokoh nasional lain.

‘’Jadi kita tetap akan pertahankan (iklan Soeharto). Iklan ini berangkat dari satu desain kita melakukan komunikasi politik tentang kepahlawanan yang dirancang Oktober 2008. Jadi kalau ada tuduhan PKS jualan figur itu tidak benar,’’ paparnya.

Selain itu, PKS juga ingin menyampaikan pesan agar bangsa Indonesia bersatu, berhenti bertikai, dan gigih membangun bangsa. Apalagi, pertimbangan memasang gambar mendiang penguasa Orba ini karena dinilai memiliki jasa dalam membangun bangsa Indonesia.

’’Kalau kesalahan, dia kan manusia dan setiap orang punya kesalahan. Walau dia sudah meninggal ada yang baik untuk kita. Yang jelek yang dibuang dan jangan ditiru,’’ lanjut dia.

Ketika ditanya apakah tidak khawatir akan berdampak bagi suara PKS di Pemilu 2008, Fahri menjawab suara PKS tidak akan ada penurunan. ‘’ Kita mengandalkan kekuatan partai dan struktur. Kita ingin bangsa menjadi baik. Yang ribut-ribut itu kan yang pernah mencari makan sama Soeharto,’’ kata Fahri.

Namun sikap PKS itu, juga mendapat dukungan dari PKB. Menurut Sekjen DPP PKB kubu Muhaimin, Lukman Edy, iklan PKS yang menjadikan Soeharto sebagai ‘guru bangsa dan pahlawan’, mungkin ingin menunjukkan Soeharto berjasa untuk Indonesia dan bukan sebagai pahlawan.

’’Mungkin yang ditampilkan PKS peran Soeharto bukan sebagai pahlawan. Mungkin PKS melihat Pak Harto banyak memberi sesuatu yang berharga bagi bangsa kita. Kalau sebagai pahlawan, memang Pak Harto belum ditetapkan sebagai pahlawan,’’ kata Lukman Edy.

Sedangkan mantan Ketua MPR, Amien Rais menilai, menjajarkan beberapa gambar tokoh nasional yang sudah wafat dalam iklan, seharusnya tidak perlu dilakukan, mengingat mereka semua sudah berada di alam lain. ‘’Biarlah partai-partai itu mengusung tokoh masa sekarang. Tokoh masa lalu biar istirahat di alam barzah,’’ kata Amien Rais.

Menurut Amien, partai-partai politik seharusnya mengedepankan kemampuannya dalam melakukan perubahan ke depan. Bukan menjago-jagokan para sesepuh negeri yang sudah wafat.
’’Mendingan tunjukkan kepada publik bahwa mereka (partai-partai) juga mampu membangun negeri ini. Karena seperti kata pepatah Arab, yang namanya pemuda, bukan inilah bapakku inilah moyangku, tetapi inilah aku,’’ kata Amien. (jpnn/avi) (jpnn)

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    saya kira menampilkan tokoh siapapun….itu bergantung pada niatnya…..kalau ingin mengetengahkan figur dengan segala kekuatannya buat bangsa ini,mengapa tidak…..memang bakal menjadi resiko politik kalau ditampilkan figur kontroversial yang bisa menyulut persepsi yang miring…….apakah sebagai iklan?….ya sah-sah saja untuk merebut simpati khalayak sambil menyampaikan pesan…..berlomba-lombalah berbuat kebaikan…..

  2. 2

    icha said,

    kata org bijak “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah para tokoh masa lalunya”. yang jelek2 menjadi pelajaran agar tdk terulang kembali, yang baik2 kita teladani. Sekarang dan masa depan bangsa Indonesia adalah milik kita bersama, mari melanjutkan perjuangan untuk Indonesia Sejahtera!

  3. 3

    Yenni said,

    He he artikel ini temanya sama dengan headline di blog saya.
    Mampir yuk…kita lanjut diskusi di sana…

    Well great blog…
    Hijau royo-royo he he
    Salam kenal ya

    http://yennioctarina.wordpress.com


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: